Pindah
Ditulis Diky Pratansyah di Coretan pada Maret 6, 2012
Hoho, saya hampir lupa dengan blog ini karena saya sudah memiliki website sendiri, bagi anda yang ingin membaca tulisan-tulisan saya silahkan kunjungi website saya. Mohon maaf atas pemberitahuan yang telat ini
Kepingan
Ditulis Diky Pratansyah di Coretan pada Oktober 17, 2011
Termangu di bawah gelap
Menanti kepingan yang hilang
Kepingan pelengkap adanya aku
Kutulis asa di sehelai angin
Berharap ia akan pulang membawa kepingan itu
Dan ia pun pergi
Mengalun bersama ritme kehidupan
Membawa jauh asa ku sampai ke dunia dibalik gelap
Satu, sepuluh, seratus, atau mungkin seribu telah berlalu
Tak lagi kuhitung waktu di sini
Semuanya tak penting ketika kepingan itu belum ada
Bahkan denyut pun tak lagi berdetak
Mungkin aku tak punya kepingan itu
Atau mungkin tak sudi menjadi pelengkap ada ku
Entah,
Hanya gurat takdir yang tahu
Di sini masih gelap
Dan aku masih termangu
Menunggu
Aku
Ditulis Diky Pratansyah di Coretan pada September 27, 2011
Akulah ombak
Digelandang angin, dikhianati laut
Mencumbu pantai agar tandas riwayat diri
Akulah batu
Terinjaklah nama tengahku
Abaikan saja aku
Akulah ghaib
Ada namun tak wujud
Berwujud namun tak kasat
Siklus mati
Ditulis Diky Pratansyah di Coretan pada September 1, 2011
Di atas angin ku ukir rindu
Mengalun bersama nyanyian gerimis
Terhempas
Lepas
Menuju laut tanpa batas
Tak kan sampai rindu itu
Laut terlalu luas
Rindu terlalu rapuh
Kecil
Tak berarti
Tenggelam mati di dasar hitam
Selalu seperti itu
Biarlah dia mati
Kan ku tulis ulang
Dan siklus pun berulang dari titik awal
Terus berulang
Hingga gelombang mencapai arah yang benar
Atau
Hingga hasrat hilang ditelan rindu yang baru
Retak
Ditulis Diky Pratansyah di Coretan pada Agustus 5, 2011
Bibir ini retak adanya
Tak kuasa mengumbar sapa
Walau tali itu telah putus
Entah terputus atau diputus
Masih kusimpan pesona itu
Tersembunyi di sempitnya lorong jiwa
Ia yang dulu membelenggu pikiran
Telah pudah oleh waktu
Bahkan tak sanggup menghadap wajah mimpi
Kini kutemukan lagi pesona itu
Lebih lepas
Lebih bebas
Merentang batas hingga ujung paling atas
Tapi bibir terlanjur retak
Maka biarlah ia terbang
Hanya sang waktu yang maha tahu
Akankah retak ini jadi rekat
Atau ia terlanjur terbang jauh

